Monday, January 28, 2013

Akibat : Keseringan Masturbasi Dapat Menyebabkan Kerusakan Otak


Seperti yang difatwakan ulama dalam kitab Ta'lim Muta'lim, "Orang yang terlalu kebanyakan senggama atau bercinta dengan pasangannya atau masturbasi menyebabkan kebodohan".Bahkan bisa menyebabkan seseorang menjadi pelupa alias pikun.Sebuah penelitian tentang hal tersebut ternyata pro dengan fatwa ulama, berikut sebuah penelitian tentang Over Masturbasi dan Dampaknya.

Pria kadang malu untuk mengakui bahwasanya tidak jarang mereka melakukan masturbasi. Masturbasi memang bukan suatu pembahasan favorit untuk diperbincangkan secara umum.

Namun tahukah Anda, kegiatan solo seks yang banyak dipilih orang sebagai peluapan hasrat seksual ini ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan Anda, demikian seperti yang dilansir Steadyhealth.

Sperma mengandung DNA, yang merupakan pembawa kode genetik keturunan, dan RNA yang mengandung enzim, protein, glukosida, lesitin, kalsium, fosfor, garam biologis, testosteron, dan lain-lain. Namun, sperma bukanlah satu-satunya zat dalam tubuh kita yang mengandung DNA dan RNA.

Ketika ejakulasi dilakukan, persentase yang sangat kecil dari komponen (enzim, protein, glukosida, lesitin, kalsium, fosfor, garam biologis, testosteron) dikeluarkan dari tubuh.

Over-masturbasi, atau lebih tepatnya dikatakan over-ejakulasi merangsang fungsi saraf parasimpatik, yang menghasilkan produksi lebih dari hormon seks yaitu asetilkolin, dopamin dan serotonin.

Abnormal tingkat tinggi hormon seks menyebabkan kelenjar otak dan adrenalin untuk melakukan berlebihan dopamin-norepinefrin-epinefrin konversi. Dengan kata lain, ada perubahan besar kimia tubuh ketika pria atau wanita praktek over-masturbasi.

Menurut penelitian, orang-orang yang over-masturbasi bisa mengalami masalah dengan konsentrasi dan memori, demikian menurut beberapa sumber.

Over-masturbasi juga bisa mengeringkan saraf motor, neuro-otot ujung, dan jaringan asetilkolin dan menggantinya dengan stres. Terlalu banyak adrenalin bisa menyebabkan Anda jadi pelupa, kehilangan memori, kurang konsentrasi, dan floaters-eyes.

referensi :http://www.kenadeh.com